in

Viral Puisi Menyayat Hati dari Sri Mulyani Setelah Lion Air JT610 Jatuh

NgakakOnline.id – Kesedihan atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air Jt 610 yang membawa penumpang sebanyak 181 orang ikut dirasakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dilihat dari akun Fecobook Sri Mulyani, ia mengaku sedih lantaran terdapat 21 pegawai Kemenkeu yang turut menjadi korban.

Diantaranya, Sebanyak 14 orang adalah bagian dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), terdiri atas 12 orang pegawai DJP dan dua lainnya adalah pasangan dari pegawai DJP yang merupakan pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; 6 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB); dan 3 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Atas peristiwa itu, Sri Mulyani berharap agar seluruh penumpang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Kesedihan yang dialami oleh Menteri Keuangan, selang beberapa saat telah menyebar sebuah puisi yang mengatsnamakan Sri Mulyani.

Begini isi puisinya:

“Pada kamu yang malam tadi berdebat dengan istri. Merasa lelah mendengar keluhannya yang tak henti. Membawa kesal itu dalam tidurmu, sehingga emosi belum reda pagi ini..

Berpelukanlah sebelum pamit berangkat kerja nanti.

Karena bisa jadi,
Inilah waktumu melihatnya terakhir kali..

Pada kamu yang akhir akhir ini merasa hidup berat sekali. Kelelahan mengurus rumah sendiri, tumpuk setrikaan tanpa henti, kepusingan mengatur tagihan yang datang bertubi. Lalu diam diam, kau rutuki karir suamimu yang tidak juga naik posisi…

Sambutlah ia ketika pulang nanti.

Katakan betapa bersyukurnya memiliki suami yang senantiasa bekerja keras dan menjaga kehalalan gaji. Ucapkan terimakasih dengan tulus hati.

Kau tidak pernah tahu,
Bisa jadi untuk melakukannya esok, kau tak lagi punya waktu..

Pada kamu yang hari ini merasa pusing mendengar berisiknya anak di rumah. Padahal sepulang dari kantor mata rasanya hanya ingin terpejam dan badan butuh rebah. Lalu diam diam, kau simpan itu menjadi emosi marah..

Tersenyumlah lebar buat mereka hari ini.
Saat hendak pergi, dan saat nanti pulang kembali.

Luangkan waktu untuk menatap wajah mungil itu yang bercerita riang tentang hari harinya padamu. Dengarkan intonasi suaranya. Rekam baik baik binar mata dan ekspresi mereka.

Karena sungguh bukan sebuah ketidakmungkinan,
Besok lusa tak ada lagi kesempatan..

Kebersamaan menahun seringkali membuat kita lebih mudah mendeteksi kekurangan, daripada menemukan kebaikan.

Lebih lancar memberi kritik, daripada memberi apresiasi.

Lebih cenderung mengeluh. Dan lupa mensyukuri satu sama lain.

Padahal kita tidak pernah tahu kapan kebersamaan ini akan berhenti. Bisa jadi hari ini. Bisa jadi besok. Bisa jadi sebentar lagi.

Hargai setiap momen yang kita punya saat ini.

Minta maaf selagi bisa.

Berterimakasih selagi masih ada waktu.

Bercanda, berbincang, tertawa…, selagi kesempatan masih ada.

Berpelukanlah.

Selagi hangat tubuhnya masih bisa dirasa.

Deep condolence untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610.

Yang diantaranya ada seorang Ayah, yang pagi kemarin baru saja pamit bekerja setelah menghabiskan weekendnya untuk mengunjungi anak istri yang tinggal di Jakarta. Melepas rindu setelah sepekan tak bertemu.

Ada juga seorang Ibu yang semalam masih bercanda dengan putri kesayangannya. Menemaninya tidur. Lalu paginya berangkat untuk dinas luar kota. Bekerja. Menjemput pahala.

Dan ada pula seorang lelaki yang baru menikah dua pekan. Kemarin pagi mengecup istrinya di bandara. Mesra. Sembari meminta doa. Sebelum terbang mencari nafkah pertamanya.

Kita betul betul gak pernah tau.

Bisa jadi salam yang kita berikan hari ini, adalah salam terakhir buat orang orang tercinta.

Lakukanlah selagi bisa..

Namun setelah ditelusuri, puisi tersebut bukanlah karya Sri Mulyani melainkan karya Jayaning Hartami.

Melalui akun Facebook Jayaning Hartami, ia mengatakan bahwa puisi itu adalah karyanya.

Viralnya puisi tersebut, lantas membuat Jayaning Hartami memberikan klarifikasi bahwa ia tidak memberikan watermark karyanya lantaran kondisi masyarakat saat ini tengah berduka.

Jayaning Hartami mengaku tidak ingin meributkan soal puisi tersebut, namun ia kembali menegaskan bahwa puisi itu adalah karyanya dan bukan plagiat dari orang lain.

begini klarifikasi dari Jayaning Hartami:

“Assalamualaykum, dear teman teman..

Sebetulnya tami agak males ngebahas soal beginian mengingat ada situasi duka yang lebih utama dari semua.

Tapi karena banyak sekali japrian yang masuk menanyakan, juga mencegah adanya prasangka dan berita yang gak benar.

I just want to clarify.

Tulisan tentang keluarga, kehilangan, dan JT610 kemarin adalah tulisan ASLI buatan saya. Bukan buatan beberapa nama yang beredar, apalagi buatan Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita. Kasian atuhlah kalo beliau disamain sama remah remah momogi macem saya

Biasanya tiap tulisan saya watermark dengan memberikan nama di akhir tulisan. Tapi kemarin step ini saya skip saking sedihnya. Dan baru saya edit menambahkan watermark saat sharenya sudah menyentuh 7K.

TAPI, tulisan itu pun saya upload di ig pribadi saya @jayaninghartami dengan menyertakan watermark. Di upload di jam yang berdekatan dengan upload di fb. Mangga, bisa dicek di ig saya sebagai bukti otentiknya.

Lagi lagi,

saya sungguh merasa ga ahsan harus ribut ribut membahas tentang ini di tengah situasi duka. Tapi sedih juga ya ternyata saat ada yang mengira bahwa saya yang MENG-COPAS alih alih saya yang DI-COPAS?

Sumber : tribunnews.com

RECOMMENDED

Lion Air Beri Rp 5 Juta untuk Biaya Hidup Keluarga Korban di Jakarta

Foto Seragam Pramugari Korban Lion Air JT-610 Masih Utuh

Kisah Cinta Menyentuh & Percakapan Terakhir Pramugari Lion Air JT610

Halo Ngakakonlinelovers!! Agar tetap up to date dengan kiriman ngakakonline, jangan lupa susbcribe fanspage kita ya. caranya seperti gambar dibawah ini –>> Kunjungi Juga gambarlucu.biz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Fakta di Balik Perayaan Halloween hingga Jadi Fenomena Global

Terungkap inilah Gaji dari Pilot Pesawat Lion Air JT 610