in , , , ,

VIRAL Dulu Anaknya Gugat Rp 1,8 Miliar, Kini Giliran Menantu Nenek Amih Pidanakan Dirinya

 

 

Nenek Amih kembali harus berurusan dengan hukum di masa senjanya
Nenek Amih kembali harus berurusan dengan hukum di masa senjanya

NgakakOnline – Nenek Amih atau Nenek Siti Rokayah  kembali harus berurusan dengan hukum di masa senjanya.Sebelumnya nenek Amih pernah diseret ke meja hijau oleh anak kandungnya sendiri. Nenek Amih harus menjalani proses panjang gugatan yang diajukan oleh anaknya sendiri Yani Suryani dan Handoyo suami Yani, lantaran digugat sebesar Rp 1,8 miliar pada pertengahan 2017 lalu.

Semua itu berawal dari Yanu Suryani yang merasa Siti Rokayah berutang kepadanya senilai Rp 40 juta lebih. Atas dasar utang tersebut Yani dan suaminya menggugat sang ibu, Nenek Amih secara perdata dengan nilai ganti rugi Rp 1,8 miliar.

Utang piutang antara Amih dan Yani berawal dari usaha salah satu anak Amih yaiut Aep Rohendi yang kesulitan hingga akhirnya terjerat kredit macet senilai Rp 40 juta lebih di salah satu bank pada 2011. Pada saat itu, nenek Amih menang. Hakim menolak semua gugatan Yani dan suaminya. Yani dan Handoyo hanya diwajibkan membayar biaya perkara senilai Rp 600 ribu.

Kini nenek Amih harus kembali berurusan dengan hukum karena ulah sang menantu. Handoyo yang belum puas membawa ibu mertuanya kembali ke pengadilan. Handoyo melaporkan nenek Amih atas tuduhan pelanggaran Undang Undang ITE tentang pencemaran nama baik. Sat ditemui di rumahnya, nenek Amih menceritakan kebingungan da kesedihannya sambil mengusap air matanya.

Sambil membawa tongkat walker untuk membantunya berjalan, ia menemui wartawan. Ia kembali meneteskan air mata saat ditanya perihal tuntutan menantunya. Nenek Amih merasa sedih, lantaran bukan hanya dia yang diseret ke pengadilan, namun ada empat anaknya yang juga ikut ke meja hijau. Eep Rusdiana, anak nenek Amih menjelaskan duduk perkara permasalahan keluarga yang dia alami.

“Jadi adik kakak tiga anak, sama satu menantu dilaporkan. Kalau Amih berikutnya, setelah laporan masuk kalau nggak salah Amih setelah putusan MA keluar, dipidanakan juga,” ujar Eep Rusdiana pada wawancara langsung yang dibagikan YouTube tvOneNews pada Kamis (10/10/2019).

Eep pun menjelaskan jika Handoyo menyeret nama-nama keluarganya terkait pasal pencemaran nama baik UU ITE. “Intinya di pasal pencemaran nama baik dan Undang Undang ITE. Kalau Amih waktu itu kalau nggak salah setelah mengikuti talkshownya acara salah satu televisi swasta. Kalau anak lainnya terkait postingannya di Facebook,” jelas Eep.

Sementara itu, menurut wawancara sebelumnya yang ditayangkan Fokus Indosiar, nenek Amih dipidanakan di Polres Jakarta Timur. Eep menjelaskan jika beberapa anak Amih sudah diperiksa di Mapolres Metro Jakarta Timur. Namun nenek Amih belum bisa menemui polisi lantaran kondisinya yang sudah tua dan kesulitan berjalan.

Awal mula gugatan Rp 1,8 Miliar

Amih yang menghadiri persidangan langsung disalami Eef Rusdiana anaknya begitu hakim memutuskan menolak semua gugatan terhadap Amih dalam sidang putusan Rabu (14/6/2017) (Kompas.com/Ari Maulana Karang)

Semua berawal dari gugatan anak kandungnya, Yani Suryani dan suami yang merasa Siti Rokayah berutang kepadanya senilai Rp 40 juta lebih. Atas dasar itu Yani dan suaminya, Handoyo menggugat Amih sebesar Rp 1,8 miliar.

Utang piutang antara Amih dan Yani berawal dari usaha salah satu anak Amih yaiut Eep Rohendi yang kesulitan hingga akhirnya terjerat kredit macet senilai Rp 40 juta lebih di salah satu bank pada 2011.

Saat itu, Yani membantu Asep yang sedang kesulitan, dengan memberi bantuan senilai tunggakan kredit bank. Dengan syarat sertifikat hak milik (SHM) tanah dan bangunan milik Amih di kawasan Garut Kota, dibaliknamakan menjadi atas nama Handoyo Adianto suami dari Yani Suryani.

“Permintaan balik namanya ditolak pihak keluarga, tapi akhirnya Handoyo (suami Yani) tetap memberi pinjaman,” kata Eep Rusdiana, salah satu anak Amih yang ditunjuk menjadi juru bicara pihak keluarga Amih.

Namun, bantuan dari Handoyo tersebut, menurut Eep teknis pembayarannya tidak dituangkan secara terperinci dalam perjanjian. Hanya Amih, Asep, Yani dan handoyo yang mengetahui teknis pembayarannya. “Disampaikan secara lisan teknisnya yaitu 50 persen ditransfer dan sisanya disetorkan langsung oleh Yani agar sertifikat milik ibu saya bisa disimpan Yani,” katanya.

Belakangan diketahui, menurut Eep, handoyo hanya memberikan pinjaman pelunasan kredit bank sebesar Rp 21,5 juta. Karena, pelunasan sisa tunggakan kredit bank, dibayar keluarganya yang lain senilai Rp 22,5 juta pada tahun 2014.

“Transfer pelunasan sisa tunggakan ada bukti setorannya ke bank, tahun 2014. Makanya, sebenarnya utang kakak saya hanya Rp 21,5 juta ke Handoyo,” ujar Eep. Menurut Eep, masalah utang piutng ini sudah tidak dibicarakan lagi oleh keluarga. Namun, pada bulan Oktober 2016 lalu, Yani dan suaminya datang menemui Amih di Garut dan membujuk Amih menandatangi surat pengakuan utang senilai Rp 41,5 juta.

“Mereka memaksa ibu saya menandatangani pengakuan utang sebesar Rp 41,5 juta, padahal utang kakak saya (Asep Ruhendi) hanya setengahnya, menurut versi mereka, pinjaman sisanya telah dibayarkan secara tunai, kakak saya dan ibu saya tidak pernah menerimanya,” ujarnya.

Dia memaparkan, menurut pengakuan Amih, surat perjanjian utang tertanggal 8 Oktober 2016 tersebut Amih tandatangani karena merasa kasihan dengan anaknya, Yani yang mengatakan jika surat tersebut tidak ditandatangani maka Yani akan diceraikan oleh suami Yani, handoyo.

“Saya bersama saudara saya yang lain juga nandatangani sebagai saksi karena takut Yani dicerai,” kata Eep. Eep mengaku menyesal menandatangani surat tersebut yang akhirnya dijadikan dasar gugatan kepada ibunya.

Dalam surat perjanjian itu, Eep mengungkapkan, Amih harus mengakui telah berutang pada tanggal 6 Februari 2001 senilai Rp 501,5 gram emas murni dan pelunasannya telah melewati batas waktu yang dijanjikan yakni dua tahun. Nilai utang itu adalah Rp 40.274.904 yang setara dengan harga emas murni sebanyak 501,5 gram dengan harga per gram pada tahun 2001 sebesar Rp 80.200.

Hingga akhirnya, pada Februari 2017, Yani dan Handoyo suaminya, mengajukan gugatan perdata berdasarkan surat utang tersebut dengan tergugat pertama Amih dan tergugat dua Asep Ruhendi. (TribunStyle.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

VIRAL Video Pria Datang ke Nikahan Mantan, Mempelai Lelaki Lakukan Ini saat Mantan sang Istri Datang

VIRAL Video Pria Datang ke Nikahan Mantan, Mempelai Lelaki Lakukan Ini saat Mantan sang Istri Datang

VIRAL Lapak Jual Beli Ketombe, Ini Fakta Sebenarnya

VIRAL Lapak Jual Beli Ketombe, Ini Fakta Sebenarnya