in ,

Gak Nyangka, Ternyata Sesama Telur Bisa Berkomunikasi !

NgakakOnline.id – Banyak yang percaya jika janin manusia dapat berkomunikasi dengan ibunya. Lalu bagaimana dengan hewan? apa embrio hewan juga dapat melakukan hal yang sama seperti manusia. Ternyata embrio hewan juga bisa berkomunikasi dengan induknya, lalu bagaimana dengan hewan yang bertelur? bisakah telur – telur tersebut berkomunikasi dengan induknya?

Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada burung camar kaki kuning. Hasil dari penelitian mengungkapkan bagaimana burung beradaptasi dengan lingkungan sebelum kelahirannya. Para peneliti mengatakan bahwa fisiologi embrio burung camar tidak sama seperti plasenta mamalia. Sesudah dikeluarkan tidak dapat lagi dipengaruhi oleh perubahan dalam tubuh sang induk.

“Hasil ini sangat menunjukkan bahwa embrio camar dapat memperoleh informasi lingkungan yang relevan dari saudara mereka.”

“Bersama-sama, hasil kami menyoroti pentingnya informasi yang diperoleh secara sosial selama tahap prenatal sebagai mekanisme non-genetik yang mempromosikan plastisitas perkembangan.” kata peneliti.

Telur
Gak Nyangka, Ternyata Sesama Telur Bisa Berkomunikasi !

Eksperimen ini dimulai dengan mengambil telur dari koloni pembiakan wilayah pulau Salvora di Spanyol yang mengalami tingkat predasi yang fluktuatif terutama dari karnivora kecil. Di tempat penelitian tersebut diletakan pada inkubator dibagi menjadi 3 baris. 

Mereka kemudian ditugaskan ke salah satu dari dua kelompok eksperimen (kuning pada gambar di atas), atau kelompok kontrol (biru). Setelah itu dari masing-masing tempat, dua dari tiga telurnya tersebut dan dikeluarkan empat kali sehari dari inkubator mereka, yang dikeluarkan telurnya sama, jadi misal telur kode A1, jadi ya tiap hari A1 bakal keluar inkubator sebanyak 4 kali.

Dan Untuk kelompok kontrol, dibuat tidak ada suara atau dibuat kedap suara. Kemudian mereka ditempatkan kembali di inkubator, dalam kontak fisik dengan ‘telur naif’ yang tertinggal.

Hasilnya adalah telur yang terpapar panggilan alarm cenderung lebih bergetar  dalam inkubator dibandingkan yang ditempatkan pada kotak kedap udara. Efeknya, kelompok eksperimen (kuning) termasuk telur naif yang tidak terkena suara membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas daripada kelompok kontrol(biru).

Ketika menetas, telurnya itu menunjukan perbedaan fisiologis antara telur eksperimen (kuning) dengan telur kontrol(biru). Telur eksperimen (kuning) memiliki tingkat hormon stres yang lebih tinggi dan bentuk kaki yang lebih pendek. Hal ini menunjukan bahwa terjadi adanya pertukaran informasi.

“Hasil kami dengan jelas menunjukkan bahwa embrio burung bertukar informasi berharga, mungkin mengenai risiko pemangsaan, dengan saudara kandungnya,” tulis para peneliti.

Baca juga artikel viral lainnya :

Viral Video Mantan Pacar Terobos Kamar Pengantin Wanita, Bikin Baper Menangis Kejer

Nasib Kos-kosan Kotak 2×1 di Johar Baru yang Akhirnya Ditutup

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, telepon dan teks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Viral Video Mantan Pacar Terobos Kamar Pengantin Wanita, Bikin Baper Menangis Kejer

Tawuran Antarwarga di Manggarai yang Terus Terulang

Tawuran Antarwarga di Manggarai yang Terus Terulang