in , ,

Menguak Cerita Viral ‘Layangan Putus’

NgakakOnline – Cerita Viral “Layangan Putus” bikin heboh jagat media sosial. Bagus atau tidaknya sebuah tulisan bukan dari isi ceritanya, bukan dari cover bukunya/ceritanya. Melainkan, bagaimana cara pembaca memahami isi cerita dan pembawaan cerita yang dibaca.Belum lama, viral sebuah tulisan cerita di salah satu grup kepenulisan online yang dipimpin oleh penulis ternama Isa Alamsyah dan Asma Nadia. Tulisan tersebut dibanjiri komentar para netizen.Lalu, apa sebenarnya istilah Layangan Putus itu? Mau tau? Kita berbincang di sini, yuk!

Menguak Cerita Viral 'Layangan Putus'
Cerita Viral “Layangan Putus sumber gambar

Akun Facebook bernama Mommi Asf, memposting sebuah tulisan yang berjudul Layangan Putus. Menceritakan sebuah cerita seorang suami yang tega menelantarkan istri dan kelima anaknya, hanya demi menikahi seorang pelakor yang berprofesi sebagai selegram. Belum sempat membaca tulisannya, ternyata sudah dihapus sama TS. Awalnya Ane gak ngerti apa itu istilah Layangan Putus, kirain cerita nostalgia saat seru-seruan ngejar Layangan Putus. Ternyata, suaminya kecantol pelakor.

Bukan netizen namanya kalo gak beropini, ya. Sama seperti Ane sekarang. Setelah baca sekilas, menurut Ane ceritanya cukup menarik, walaupun sedikit ambigu. Di tulisan tersebut menceritakan tokoh suami, Mas Arif. Seorang yang religius, mempunyai chanel Youtube dakwah. Lalu, kenapa bisa dia menyimpang dari kewajibannya sebagai seorang ayah sekaligus suami. Parahnya, kenapa si suami tidak berterus terang ingin menikah lagi? Harusnya dia tau, kalo berselingkuh itu tidak boleh dilakukan. Secara, Mas Arif itu sering memposting tentang dakwah.

Walaupun baru baca sekilas, Ane bisa menyimpulkan bahwa cerita ini secara tidak langsung menyebarkan kejelekan seorang suami. Padahal, jelas itu tidak boleh dilakukan seorang istri. Dan yang masih bikin Ane bingung, itu cerita nyata TS atau cerita orang lain? Kalo cerita orang lain, jelas itu hukumnya menyebarkan aib rumah tangga orang lain.

Sebelum membuat cerita, pastikan cerita tersebut tidak mengundang obrolan yang menjurus kepada ghibah. Sebelum bergabung dunia literasi, pastikan untuk memahami dulu tata cara menulis yang ada pada diri penulis. Kalo mau curhat, lebih baik ke perorangan saja. Keluarga atau lebih baik ke saudara dekat agar tidak menjadi ghibah dan fitnah.

Kenapa seorang penulis perlu waktu dan pertimbangan untuk melahirkan sebuah tulisan? Karena setiap kata, aksara penyampaian dan etika harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Bukan untuk sembarangan menulis cerita yang bisa memicu perhelatan. Semua kata yang terselip adalah tanggungjawab penulis. Harusnya tulisan jangan langsung dihapus, itu bisa mengundang konflik, bisa saja reader menyangka itu cerita fiktif belaka. kaskus.co.id

Pake kolor warnanya biru
Mandiin burung, burungnya terbang
Para pelakor lagi berburu
Cepetan masukin suami ke kandang

TS baik hati, kok. Cuma lagi sensi aja.

Yang mau baca ceritanya, silakan mampir di sini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Tips Atasi Panas Hp

Tips Atasi Panas Hp ala Netizen +62, Pakai Plester KoolFever

risa santoso

Mengispirasi, Risa Santoso 27 Tahun Menjadi Rektor Termuda di Indonesia