in , , , , ,

Kronologi Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi yang Tewaskan 3 Orang

 

 

NgakakOnline – Kecelakaan Tol Jagorawi memakan korban kembali. Kecelakaan tunggal sebuah minibus Suzuki APV terjadi di Jalan Tol Jagorawi KM 36, tepatnya di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi. Kecelakaan itu mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka.

 

Kasat Lantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri mengatakan, insiden itu bermula saat mobil bernomor polisi F 1196 FH itu bergerak dari arah Bogor menuju Jakarta sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, setibanya di lokasi, mobil tersebut mengalami pecah ban belakang bagian kanan sehingga oleng. “Awalnya pecah kemudian mengalami oleng dan terjadi kecelakaan,” kata dia.

Kecelakaan Tol Jagorawi
Kecelakaan Tol Jagorawi

Sejumlah penumpang dikabarkan terguling hingga keluar mobil dan bagian depan mobil ringsek. Ia menyebut, semua korban langsung dilarikan ke RS EMC Sentul untuk perawatan medis. “Data sementara ada 9 korban, 3 orang meninggal dunia di tempat 3 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan,” ujar dia.  Fadli memastikan, bangkai kendaraan telah dibawa ke Unit Laka Lantas Ciawi sehingga jalur Tol Jagorawi KM 36 sudah aman dan dapat dilintasi kendaraan.

Sementara itu, dalam video rekaman berdurasi 25 detik yang tersebar di media sosial, diduga ada anak sekolah menjadi korban kecelakaan ini.  Dalam video itu juga tampak seorang petugas kepolisian dan pengguna jalan sedang membantu mengevakuasi mobil dan korban.

Ini Penyebabnya Sebelumnya diberitakan, Kepala Departemen Komunikasi dan Pemasaran Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, korban luka-luka dibawa petugas ke RS EMC Sentul dan RS Bina Husada Cibinong. Irra menyebut, peristiwa terjadi pada kendaraan dari arah Bogor pada Jalan Tol Jagorawi, tepatnya pukul 08.30 WIB. Kendaraan Suzuki AVP nomor polisi F-1196-DH itu mengalami kecelakaan tunggal di KM36+600 menjelang GT Sentul.

KOMPAS.com –

Pecah ban dapat di kendalikan 

Menurut Sony Susmana, selaku Direktur dari Safety Defensive Driving Indonesia, pecah ban masih bisa dikendalikan jika kecepatan mobil masih di bawah 55 kilometer per jam.

“Jika Anda yakin kondisi ban bagus, mobil baik dan yakin aman silahkan saja melebihi kecepatan itu,” katanya. “Pecah ban depan dengan kecepatan melebihi 55 kilometer per jam, paling susah dikendalikan. Mobil bisa terbalik saat pecah ban akibat pengemudi melakukan pengereman mendadak karena refleks kaget.”

“Ketika rem ditekan, bobot mobil akan cenderung pindah ke depan dan setir semakin narik kearah ban pecah. Begitu dia sadar itu salah, rem langsung dilepas dan mobilnya terbalik. Ketika ban depan pecah, upayakan lepas kopling, rem dan gas. Modalnya hanya counter steering saja. Misalnya pecah ban kiri, setir berat ke kiri, kita counter ke kanan,” bebernya.
Tapi jika ban belakang yang pecah, relatif lebih mudah dikendalikan, malah cenderung tak berasa ketika ban belakang pecah, walaupun kendaraan lagi penuh penumpang.

“Memang kalau ban pecah, tidak ada yang bisa lakukan kecuali counter steering saja. Menepikan kendaraan di tempat aman dan menggantinya dengan ban cadangan,” timpal Rifat Sungkar yang merupakan pereli nasional yang sudah berlaga di ajang reli dunia seperti Rally of America dan juga WRC.

Jika kejadian pecah ban pada kecepatan tinggi, di atas 55 kilometer per jam, ada teknik-teknik tertentu yang bisa dilakukan meski tak semua pengemudi bisa melakukan. Dalam artian hanya pengemudi dengan level advance yang bisa melakukannya.

“Contohnya begini, untuk menyeimbangkan kendaraan supaya bobotnya tetap rata hingga ban yang kempes tidak dibebani terlalu berat, itu gasnya dikurangi perlahan, jangan mendadak. Tapikan tidak semua orang bisa melakukan itu,” bebernya.

Ketika mobil sudah berhasil dikendalikan, baru Anda bisa mencari tempat yang lebih aman, misalnya bahu jalan tol atau rest area dan kemudian menyalakan lampu tanda darurat, atau hazard.
www.medcom.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

LAGI VIRAL 2 Video Panas Mama Muda Sumedang Durasi Lebih 3 Menit Beredar Lewat WA, Nasibnya Kini

LAGI VIRAL 2 Video Panas Mama Muda Sumedang Durasi Lebih 3 Menit Beredar Lewat WA, Nasibnya Kini

Dampak Kabut Asap

Dampak Kabut Asap yang Mengerikan Dialami oleh Kota ini