in , , , , , ,

Viral Video – Tragis, Ayah Ajak Anaknya Untuk Melompat Menabrak Kereta Lewat, Anak Berhasil Selamat

NgakakOnline – Kejadian tragis seorang pria berusia 45 tahun dan seorang gadis berusia 5 tahun dilaporkan menabrakkan diri di sebuah kereta di Bronx, New York City, AS pada Senin pagi. Dilansir dari Departemen Kepolisian Kota New York dan TIME, diduga si pria paruh baya sudah tidak bernyawa ketika petugas medis tiba dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Kejadian tragis seorang pria berusia 45 tahun dan seorang gadis 5 tahun.
Kejadian tragis seorang pria berusia 45 tahun dan seorang gadis 5 tahun.

Namun gadis kecil ini berhasil selamat dengan hanya mengalami sedikit luka goresan. Terlihat dari video yang beredar si gadis kecil berhasil selamat setelah merangkak dari bawah kereta. Gadis kecil merangkak menyelamatkan diri dari bawah kereta. (NYPost) Dilaporkan kini si anak dalam kondisi stabil di Rumah Sakit Jacobi di Bronx, NYC. Saksi mata mengatakan bahwa pria itu melompat di depan rel sembari menarik si gadis yang dilaporkan sebagai anak kandung bersamanya.

Kepolisian setempat belum mengkonfirmasi identitas kedua korban, investigasi mereka sedang berlangsung. Dari video yang beredar seorang saksi terdengar mengatakan:

“Pelan pelan sayangku, pelan-pelan!” Seorang saksi dapat terdengar menyemangati gadis kecil di sela-sela isak tangisnya, ketika gadis terlihat merangkak keluar. Setelah berhasil diangkat ke peron kerumunan orang-orang yang terkejut bergegas menghiburnya, tayangan rekaman menunjukkan. Gadis 5 tahun berhasil selamat. (NYPost) Terlihat dari gambar yang beredar gadis ini hanya mengalami cedera kecil di dahi gadis. Gadis kecil terlihat masih mengenakan ransel berwarna merah muda saat kejadian, ia akhirnya dituntun ke bangku kayu di peron. Dilaporkan seorang wanita terdengar bertanya, “Apakah kamu tahu nomor ibumu?” Dilansir dari NYPost, salah satu pihak kepolisian mengatakan: “Dia beruntung, sungguh menakjubkan bahwa dia masih hidup.” Setelah kejadian itu, gadis kecil itu ditangkap dalam video yang dibawa dalam pelukan seorang petugas medis ke sebuah ambulans. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar)

Kejadian tragis juga dialami seorang ibu yang putus asa tenggelamkan diri bersama kedua anaknya dengan diikat, tak rela dipoligami. (Kam24/east2west news via Mirror) Di World Suicide Prevention Day (Hari Pencegahan Bunuh Diri) ini ternyata beredar sebuah berita tentang bagaimana seorang ibu merasa ‘putus asa’ karena kelakuan suaminya sendiri.

Kejadian tragis seorang pria berusia 45 tahun dan seorang gadis 5 tahun.

Hal ini seharusnya bisa di hindari, namun siapa yang tahu tentang apa yang terjadi di balik semua ini. Dilansir dari Mirror.co.uk pada (10/9/2019) Ekaterina Khavchina diduga menenggelamkan diri bersama putranya, Valentin, berusia lima tahun, dan putrinya yang berusia enam bulan, Milana.

Ekaterina tinggal di Vilyuchinsk di ujung timur Rusia. Kejadian ini dilakukan oleh Ekaterina dengan cara mengikat kedua anaknya tersebut lalu berenang di sebuah pantai di rumahnya. Ibu yang merasa “putus asa” ini didakwa dan dituduh menenggelamkan kedua anaknya.Hal ini dilakukan sang ibu lantaran mengetahui bahwa ayah dari anaknya yang paling kecil telah menikah duluan, lalu menginginkan Ekaterina sebagai istri kedua atau dipoligami.

Kedua anaknya ini ditenggelamkan di laut dan bocah laki-laki meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit. Terlepas dari upaya untuk mengambil nyawanya sendiri, wanita itu masih bisa diselamatkan dari percobaan bunuh diri tersebut. Beruntung penduduk setempat segera bergegas ke suara anaknya yang berteriak meminta tolong saat akan ditenggelamkan bersama sang ibu. Hal ini juga diperkuat dengan bukti kereta bayi yang digunakan oleh putri terkecilnya ditemukan di pinggir pantai.

Khavchina kini telah ditahan dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan terencana dan akan menghadapi dakwaan 20 tahun penjara. Kehidupan wanita itu dikabarkan telah berantakan setelah dia menemukan fakta bahwa sang ayah dari Milana, putri terkecilnya, sudah menikah dengan seorang wanita di tanah kelahirannya di Uzbekistan. Sang ayah dari anaknya tersebut menginginkan pernikahan poligami dengan Ekaterina.

Hal ini diutarakan oleh seorang teman yang tak dikenal dari tersangka, yang menambahkan bahwa dia merasa “putus asa” dengan kehidupan yang ia jalani. Ketika ibu dua anak itu merasa keberatan dengan apa yang diinginkan oleh sang ayah dari anaknya, sang ayah diduga pergi dengan seorang wanita lain lagi. Setelah Ekaterina diselamatkan ia berkata: “Semua orang telah meninggalkan saya, tidak ada yang membutuhkan saya, saya tidak membutuhkan siapa pun.”

Demi kebaikan masing-masing tetaplah mencari bantuan orang lain, berbicaralah kepada orang lain yang mengerti. Tetaplah berbaik hati dengan orang, karena semua orang memiliki beban yang mungkin kita tidak ketahui. Tribunstyle TRIBUNNEWSCOM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

bunuh anak

Usai Bunuh anak angkat, Ibu dan 2 Putranya Inses di Samping Mayatnya

Disemprot Water Cannon, Anak STM: Woy, Buku Gue Basah!

Disemprot Water Cannon, Anak STM: Woy, Buku Gue Basah!