in ,

Cerita Lucu mukidi saat bulan Ramadhan

Cerita lucu Mukidi sempat viral pada 2016 silam. Cerita lucu Mukidi menyebar melalui jejaring sosial mulai dari Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Cerita lucu Mukidi mampu menghibur masyarakat dengan kisah-kisah konyol dan kocaknya.

Nama Mukidi yang sempat menjadi sorotan dunia maya merupakan tokoh rekaan dalam cerita lucu Mukidi yang dibuat oleh Soetantyo Moechlas. Soetantyo adalah sosok dibalik kisah-kisah lucu tentang sosok Mukidi dan keluarganya. Soetantyo Moechlas yang akrab disapa pak Yoyo ini membuat kisah tentang Mukidi sejak tahun 2000-an. Kumpulan cerita lucu Mukidi dipublikasikan di blog pribadinya ceritamukidi.wordpress.com.

Soetantyo Moechlas menggambarkan Mukidi sebagai pria yang berasal dari Cilacap. Mukidi merupakan tipikal orang yang biasa saja, tidak terlalu alim, mudah akrab dengan siapa saja. Mukidi memiliki karir, tapi kadang-kadang bisa menjadi apa saja. Istrinya yang bernama Markonah, juga punya karir tapi tidak terlalu istimewa. Mereka mempunyai 2 orang anak, Mukirin yang sudah mulai remaja dan Mukiran yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), sahabatnya adalah Wakijan.

Cerita lucu Mukidi kebanyakan mengambil latar belakang waktu Ramadhan. Terkadang kisah Mukidi ini sering diselipkan pesan-pesan bermakna. Jika Anda sedang mencari hiburan untuk melepas penat, membaca cerita lucu Mukidi merupakan pilihan tepat. Berikut beberapa kisah Mukidi yang berhasil kami rangkum dari blog pribadi Soetantyo Moechlas.

Responsibility

Ada  dua orang yang bernama Abu Wakidi dan Abu Wakijan yang akan dihadapkan ke meja hijau, keduanya dilaporkan dengan tuduhan melarikan anak gadis. Bedanya Abu Wakidi membawa lari anak orang, sedangkan Abu Wakijan membawa lari seekor anak kambing. Hakim yang bertugas menjatuhi abu Wakidi hukuman 3 bulan kurungan, sedangkan Abu Wakijan diganjar 3 tahun.

“Ini tidak adil! kata Abu Wakijan dengan nada protes, yang mulia. Saya keberatan kenapa Abu Wakidi yang melarikan anak orang hanya dihukum 3 bulan, sementara saya yang membawa lari anak kambing malah dihukum selama 3 tahun. “Saudara terdakwa,” kata pak hakim bijaksana.

“Perlu anda ketahui Abu Wakidi akan bertanggungjawab mengawani gadis yang dia bawa lari, kalau saudara mau bertanggungjawab untuk mengawini kambing tersebut tentu hukumannya anda akan saya ringankan. Bagaimana?”

Safety

Siang hari Mukidi masuk ke warteg. “Assalamualaikum…” tidak ada sahutan, “mana yang punya warung nih?” Mas Asrawi pemilik warung menemui pelanggannya,

“Ya pak?”

“Mas, ini kan bulan Ramadhan, koq gak tutup?”

“Lha kalau tutup kan kami gak makan pak? Bagaimana karyawan saya?” jawab Asrawi (Asli orang Slawi).

“Yah tapi hormati dong orang yang lagi puasa. Ditutup layar dong, biar gak kelihatan dari luar.” Asrawi lalu mengambil spanduk bekas kampanye parpol untuk menutupi warungnya.

“Nah begitu kan lebih baik, jadi ada orang yang sedang makan nggak kelihatan dari luar sana” sahut Mukidi sambil duduk, “sekarang saya minta sayur, pakai ikan tongkol, nasinya separo aja….”

Aint No Kermit

“Mas tadi waktu bukber pada ketawa-tawa padaa ngomongin kodok apaan sih?” tanya Markonah.

“Dulu aku, Wakijan, Samingan sowan pernah ke rumah mbah Joyongablak nanyain masalah jodoh kami, jawab Mukidi: “pas kami mau pulang mbah Joyo bilang: kalau hati-hati di jalan jangan sampai ada yang menginjak kodok. Celakanya walaupun kami semua sudah berhati-hati, Wakijan nginjek kodok. Gak lama, Samingan juga nginjek kodok. Cuman aku yang berhasil sampai rumah tanpa nginjek kodok.”

“Memang kalau nginjek kodok kenapa?”

“Tadinya mereka berdua menjadi cemas, tapi lama kelamaan kata-kata mbah Joyo dianggap cuma takhayul saja. selang waktu 5 tahun kemudian setelah mereka menikah istri-istri mereka jelek-jelek dan bawel. Rupanya gara-gara nginjek kodok, kata-kata simbah terbukti. Kamu percaya gak?”

“Percaya sih mas, aku dulu juga nginjek kodok….

Mealstone

Ada seorang pria sok akrab secara tiba-tiba mendekati Mukidi sambil mengulurkan tangannya:

“Loh, kamu kan… aduuuuh sudah berapa tahun ya kita gak ketemu ?”

” Mukidi lalu menjawab dan menerima uluran tangan pria misterius tadi sambil mencoba berpikir keras.

Mukidi… aduuuh masa lupa sih? Sungib teman SMP, masih ingat sama Tasripin, Kamid, Wartam….” Mukidi yang masih terlihat bingung tapi asal mengangguk gak apalah pikirnya, sambil coba mengingat-ingat nama aneh tersebut.

“Wah, sudah hampir Maghrib nih, kita buka puasa bersama yuk?” ajak teman barunya tersebut. “Aku sebetulnya mau segera pulang..” Mukidi mencoba menolak tawaran tersebut… “Ayolah sekalian bernostalgia.” Mukidi yang sedang bokek ikut aja tawaran orang tersebut ke warung Padang, lagi pula sejak kasus daging sapi impor dia sudah tidak pernah makan dendeng balado.

Setelah adzan magrib berkumandang, mereka langsung menikmati takjil gratis lalu apa saja yang didekat mereka ambil, Mukidi tidak lupa pesan jus duren. Dia sudah lupa menanyakan jati diri temannya tadi.

“Ayo Di sikat semua…” Sungib juga tak kalah beringas mengambil lauk pauk yang ada di hadapannya. beberapa saat kemudian dia berhenti: “eh ngomong-ngomong aku ke mushola dulu ya, nanti gantian. Kamu terusin makan aja, habiskan jusmu.” Mukidi mengangguk.

Sungib yang rupanya dia ahli ibadah, lama juga di mushola sudah sekitar 30 menit. Mukidi merasa khawatir kehabisan waktu Maghrib.

“Uda,” dia memanggil pelayan, “musholanya di sebelah mana?”

“Wah gak ada mushola pak, adanya masjid 50m dari sini…”

“Teman saya tadi mana?”

“Teman yang mana pak?”

catatan: Sungib = suka ngibul

Baca juga artikel lucu lainnya : Tingkah Lucu Orang Tua Pada Anak Bikin Geleng Kepala

Suka video lucu dan receh ? kamu bisa nih kunjungin instagram ngakak online, di jamin bakalan ngakak online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cerita lucu tentang puasa

Kumpulan Cerita Lucu Tentang Puasa Batal Bikin Ngakak

Cerita Lucu Bulan Ramadhan

Berbagai Cerita Lucu Bulan Ramadhan yang Bikin Ngakak