in

Beginilah tahap-tahap yang dilakukan dalam Proses Penyucian Keris Saat Malam Satu Syuro.

NgakakOnline.id – Tahun Baru Islam 1 Muharam dalam tradisi Jawa, dikenal dengan Malam 1 Suro atau Suroan. Di malam Suro itulah, biasanya para pencinta pusaka macam keris dan tombak melakukan ritual ngumbah gaman.

Melansir viva.co.id, Budi Mulyono (40 tahun), salah seorang pria kelahiran Magetan kolektor pusaka keris. Lebih dari lima keris dan tombak leluhur dia punya. Ada tombak era Kerajaan Singasari, ada keris Sabuk Inten pamor Sekar Manggar era Majapahit.

Budi mengaku, rutin melaksanakan ritual ngumbah gaman setiap malam 1 Suro. Dia memasrahkan keperluan ritual pusakanya itu kepada ahli yang dia percaya, Slamet. Ini tadi ngumbah gaman mulai jam sebelas malam (Senin malam) sampai setengah tiga (Selasa dini hari),” kata Slamet.

Baca Juga

Inilah Berbagai Senjata Tradisional Indonesia yang Sudah dikenal Dunia

lamet menjelaskan, proses penyucian atau penjamasan keris, sebetulnya tak sulit-sulit amat, tergantung kebiasaan dan perawatan si empunya. Bahannya juga tidak sukar. Cukup jeruk pecel, sabun, dan warangan cair. Mantra-mantra khusus, tentu saja dirapalkan.

Pertama yang dilakukan saat penjamasan ialah pemutihan. Tahap ini adalah menghilangkan karat-karat atau minyak bekas perawatan sebelumnya yang masih menempel di batang besi pusaka. Pada tahap ini, jeruk pecel, dan sabun digunakan. “Setelah pemutihan, baru penyucian dengan bahan warangan,”jelas Slamet.

Keris-keris yang selesai disucikan tampak berdiri tanpa harus dipegang atau dipakai penyanggah. Slamet mengatakan, soal keris berdiri sendiri sebetulnya lebih pada keseimbangan batang keris dan konsentrasi.

Sumber : faktanyagoogle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Comments

0 comments

Warung diserang Biawak, Pemilik Warung Mie di Thailand ini Malah Senang

Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) milik BJ Habibie, Memperbolehkan Pasien Tidak Mampu Berobat Gratis